Dampak buruk minuman bersoda untuk kesehatan

Sukakah sahabat mengkonsumsi minuman bersoda? apalagi minuman ini dikonsumsi pada saat cuaca panas sebagai pelepas dahaga memang sangat cocok sekali. Tapi sering mengkonsumsi minuman bersoda dapat berakibat buruk untul kesehatan.

minuman bersoda merupakan jenis minuman yang paling banyak digemari oleh semua orang baik anak ABG sampai orang tua. Pada cuaca di indonesia bahkan di negara yang lain minuman ini menjadi minuman yang sangat menyegarkan untuk melepas dahaga, dan minuman inj menjadi teman santai bagi semua kalangan.

PENGERTIAN MINUMAN BERSODA

Minuman atau air bersoda adalah air karbon gas dioksida yang berada di bawah tekanan yang kemudian terurai. beberapa di antaranya air bersoda memiliki aditif seperti natrium (air soda sepenuhnya selalu terdiri dari air dan karbon dioksida dengan aditif lainnya). proses ini, dikenal sebagai karbonasi, karbonasi adalah proses yang menyebabkan air menjadi effervescent. kebanyakan air bersoda dijual di toko-toko dan siap diminum.

Minuman bersoda mungkin identik dengan air yang berwarna polos, dan semakinya majunya pabrik industri minunan bersoda minuman bersoda mulai dengan tampilan baru yang beraneka warna dan rasa, minuman bersoda diantaranya mengandung natrium sitrat, natrium bikarbonat, kalium bikarbonat, kalium sitrat, kalium sulfat, zat-zat tersebut merupakan sebai pengawet dalam minuman bersoda.

Menurut ilmu Kimia dan fisika gas karbon dioksida yang larut dalam air pada konsentrasi rendah (0,2-1.0%) menciptakan asam karbonat (h2co3) menurut reaksi berikut bisa dirumuskan menjadi,
h2o(l) co2(g) = h2co3(aq)
asam memberikan karbonasi pada air sehingga rasanya menjadi sedikit asam sehingga memiliki tingkat ph antara 3 sampai 4, kira-kira keasamannya di antara jus apel dan jeruk, akan tetapi jauh lebih asam daripada larutan asam dalam perut.

Tubuh manusia berusaha mempertahankan keseimbangan ph melalui homeostasis asam basa dan tidak akan terpengaruh oleh konsumsi air bersoda, jika garam alkali seperti natrium bikarbonat yang ditambahkan ke dalam minuman bersoda keasamannya dikurangi.

EFEK KESEHATAN

mengkonsumsi minuman bersoda belum dikaitkan dengan risiko fraktur tulang akan tetapi dalam pengamatan studi efek minuman bersoda pada jumlah yang tinggi menyebabkan zat kalsium dalam tubuh diabaikan sehingga mengakibatkan pengkroposan tulang.

Efek pada kesehatan yang lain seperti

Berdampak pada kerja ginjal,
Minuman bersoda memiliki dampak pada ginjal, hal ini di karenakan di dalam minuman bersoda mengndung zat yang berpengaruh tidak baik pada kesehatan ginjal, apa saja zat yang terkandung dalam minuman bersoda…?

zat yang terkandung dalam minuman bersoda.

-Pemanis buatan
-Pewarna buatan
-Kafein
-asam fosfat

Karena zat-zat tersebut dalam jangka panjang bisa mengakitkan kerja ginjal tidak optimal bahkan sampai bisa mengakibatkan
keruskan pada ginjal.

Lebih mudah terserang diabetes, Bagi orang yang sering mengkonsumsi minuman bersoda akan sangat mudah terserang penyakit diabetes (kelebihan gula) hal ini di sebabkan karena minuman bersoda mengandung zat gula yang sangat banyak dibanding minuman penyegar yang lain.

Lebih mudah terkena obesitas,
Obesitas adalah kegemukan yang berlebih, kenapa orang yang mengkonsumsi minuman bersoda lebih mudah terserang obesitas..? Karena minuman bersoda mengandung kalori diatas rata-rata yang memicu munculnya obesitas pada tubuh kita

Pengkroposan pada tulang,
Minuman bersoda bisa memicu pengkroposan pada tulang semakin cepat, karena minuman bersoda mengandung asam fosfat. Asam fosfat bila masuk kedalam tubuh dengan jumlah banyak dapat berakibat membuat larutkalsium yang ada di dalam tulang sehingga penyakit tulang seperti opteoporosis bisa muncul dalam usia muda.

Pembusukan pada gigi,
Kandungan gula yang tinggi pada minuman bersoda dan asam fosfat dapat mengakibatkan kerusakan pada gigi, dan pada jangka panjang bisa mengakibatkan pembusukan pada gigi.

mengakibatkan ketergantungan,
Zat kafein yang terkandung dalam minuman bersoda mengakitakan ketergantungan kepada orang yang mengkonsumsinya, dan sangat sulit untuk berhenti dari minuman bersoda. sebelum itu terjadi jangan suka minum minuman bersoda secara berlebih.

Peringatan tentang bahaya konsumsi minuman bersoda datang kepada warga amerika pada awal tahun 1942 ketika amerika medis association’s (ama) dewan pangan dan gizi membuat pernyataan mulia, sebagai berikut:

Dari sudut pandang kesehatan sangat diharapkan khususnya untuk pembatasan penggunaan seperti gula pada minuman bersoda seperti dalam bentuk apa pun dan bentuk permen yang memiliki rendah nilai akan gizi. dewan pangan dan gizi menyatakan, percaya hal itu untuk kepentingan kesehatan umum untuk kita semua, dalam hal ini harus diambil kesimpulan untuk membatasi konsumsi gula.

Soda merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di amerika serikat, di amerika serikat dalam waktu satu tahun menghabiskan 57 galon, seolah-olah tubuh tidak akan petnah penuh dengan manis kalori. tapi apa yang terjadi dalam tubuh jika trus dibiarkan..?

Dampak yang lain dari minuman bersoda.

Efek setelah soda di minum, pankreas dengan cepat mulai membuat insulin dalam menanggapi gula. insulin adalah hormon digunakan tubuh untuk memindahkan gula dari makanan atau minuman ke dalam aliran darah, dimana sel-sel kemudian dapat menggunakan gula untuk energi. dalam hanya 20 menit, kadar gula darah spike dan hati menanggapi insulin dengan mengubah gula menjadi lemak untuk penyimpanan. Dalam waktu 45 menit gulping turun dari 20-ons tiap satu gelas soda, kafein dari minuman sepenuhnya diserap, dan sebagai akibatnya tekanan darah naik.

Soda juga mampu menyebabkan obesitas, peneliti harvard telah menghitung setiap tambahan soda dikonsumsi meningkatkan risiko obesitas 1.6 kali lebih rawan.

Selain ancaman mencapai tingkat obesitas, para peneliti juga menemukan 40,000 orang selama setelah dua dekade, orang-orang yang minum minuman manis setiap harinya sebanyak 20 persen peningkatan risiko serangan jantung. bahwa sirup jagung/gula yang terbuat dari jagung, yang dianggap sebagai penhganti dari gula tebu telah dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, yang mengarah ke diabetes dan penyakit jantung.

Anak-anak kecil yang gemar mengkonsumsi permen atau coklat 80 persen bisa meningkatkan risiko mengembangkan diabetes tipe 2, jika anak-anak menjadi peminum soda biasa. dimasa depan mereka akan menglami masalah ginjal, masalah reproduksi, osteoporosis, asma, dan berdampak buruk pada gigi.

Jagalah sehatmu sebelum datang sakitmu semoga dapat bermanfaat atas apa yang saya bagikan. Jangan lupa berkunjung kembali

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *