Home kesehatan Dapatkah minyak ikan dan minyak omega 3 bermanfaat bagi kesehatan kita?

Dapatkah minyak ikan dan minyak omega 3 bermanfaat bagi kesehatan kita?

5
0
SHARE

Yang harus Anda tahu tentang minyak ikan

Berikut adalah beberapa poin penting tentang minyak ikan. Ketahui kandungan dan manfaat minyak ikan itu sendiri.

Minyak ikan mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin A dan D.

Asam lemak Omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan dapat melindungi jantung dan menawarkan manfaat kesehatan lainnya.

Makan ikan adalah cara yang lebih baik untuk mendapatkan minyak ikan atau omega 3 daripada mengonsumsi suplemen.

Sedangkan apa itu asam lemak omega 3?

Minyak ikan adalah sumber minyak omega-3 yang baik, tetapi apa manfaat dari omega 3?

Asam lemak Omega-3 adalah lemak yang biasa ditemukan di tumbuhan dan kehidupan laut. Ada dua jenis ikan yang mengandung minyak:

Eicosapentaenoic acid (EPA): EPA membantu tubuh mensintesis zat kimia yang terlibat dalam pembekuan darah dan peradangan (prostaglandin-3, thromboxane-2, dan leukotriene-5). Ikan memperoleh EPA dari alga yang mereka makan.

Docosahexaenoic acid (DHA): Pada manusia, asam lemak omega-3 ini adalah bagian kunci dari sperma, retina, bagian dari mata, dan korteks serebral bagian dari otak.

DHA bermanfaat untuk seluruh tubuh, terutama di otak, mata dan jantung. Manfaat yang sama juga ada dalam ASI.

Manfaat dari minyak ikan dan asam lemak omega 3

Beberapa penelitian telah menyimpulkan bahwa minyak ikan dan asam lemak omega-3 bermanfaat bagi kesehatan. Ini telah dikaitkan dengan sejumlah kondisi.

Multiple sclerosis

Minyak ikan dikatakan membantu orang dengan multiple sclerosis (MS) karena efek protektifnya pada otak dan sistem saraf. Namun, ada satu penelitian yang menyimpulkan bahwa minyak ikan tidak memilik manfaat.

Kanker prostat

Satu studi menemukan bahwa minyak ikan dalam diet mengandung rendah lemak yang bermanfaat untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat. Namun, penelitian lain mengaitkan tingkat omega-3 yang lebih tinggi beresiko terkena kanker prostat.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute mengemukakan bahwa asupan minyak ikan yang tinggi meningkatkan risiko kanker prostat sebesar 71 persen.

Depresi pascapartum

Mengkonsumsi minyak ikan selama kehamilan dapat mengurangi risiko depresi pasca-melahirkan. Para peneliti menyarankan bahwa makan ikan dengan tingkat omega 3 yang tinggi dua atau tiga kali seminggu dapat bermanfaat untuk kehamilan Anda.

Manfaat kesehatan mental

Sebuah studi melakukan tes 8 minggu yang dilakukan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa minyak ikan dapat membantu orang-orang muda dengan gangguan mental, terutama mereka yang mengalami gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD).

Studi ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi antara 8 dan 16 gram (g) EPA dan DHA per hari, menunjukkan perbaikan signifikan dalam perilaku mereka. Bukti ini sebagaimana penilaian dari orang tua mereka dan para psikiater.

Manfaat memori

Asupan asam lemak Omega-3 dapat membantu meningkatkan daya kerja otak pada orang dewasa, menurut penelitian yang dilaporkan dalam jurnal PLoS One.

Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa kadar omega-3 yang tinggi tidak mencegah penurunan kognitif pada wanita yang lebih tua.

Manfaat jantung dan kardiovaskular

Asam lemak Omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan dapat melindungi jantung selama masa stres mental.

Temuan yang dipublikasikan di American Journal of Physiology menyarankan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen minyak ikan selama lebih dari 1 bulan memiliki fungsi kardiovaskular yang lebih baik selama tes mental.

Pada 2012, para peneliti mencatat bahwa minyak ikan memiliki sifat anti-inflamasi, bermanfaat membantu menstabilkan lesi aterosklerotik.

Sementara itu, ulasan dari 20 penelitian yang melibatkan hampir 70.000 orang, menemukan “tidak ada bukti kuat” yang menghubungkan suplemen minyak ikan dengan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian dini.

AHA merekomendasikan supaya kita makan ikan, dan terutama minyak ikan, setidaknya dua kali seminggu, untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Penyakit Alzheimer

Selama bertahun-tahun, ada anggapan bahwa konsumsi minyak ikan secara teratur dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer. Namun, sebuah penelitian besar pada 2010 menemukan bahwa minyak ikan tidak lebih baik daripada plasebo dalam mencegah Alzheimer.

Sementara itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Neurology pada 2007 melaporkan bahwa diet dengan mengkonsumsi ikan, minyak omega-3, buah, dan sayuran mengurangi risiko demensia dan Alzheimer.

Mencegah kehilangan penglihatan

Konsumsi diet yang cukup dari DHA melindungi orang dari kehilangan penglihatan yang berkaitan dengan usia, peneliti Kanada melaporkan dalam jurnal Investigative Ophthalmology & Visual Science.

Epilepsi

Sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry mengklaim bahwa orang dengan epilepsi bisa mengalami kejang yang lebih sedikit jika mereka mengkonsumsi dosis rendah minyak ikan omega-3 setiap hari.

Skizofrenia dan gangguan psikotik

Asam lemak Omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan dapat membantu mengurangi risiko psikosis.

Temuan yang dipublikasikan di Nature Communications merinci bagaimana intervensi 12 minggu dengan suplemen omega-3 secara substansial mengurangi risiko jangka panjang mengembangkan gangguan psikotik.

Membantu perkembangan janin yang sehat

Konsumsi Omega-3 dapat membantu meningkatkan perkembangan kognitif dan motorik janin. Pada tahun 2008, para ilmuwan menemukan bahwa konsumsi omega-3 selama 3 bulan terakhir kehamilan dapat meningkatkan perkembangan sensorik, kognitif, dan motorik pada janin.

Ikan mengandung hingga 30 persen minyak ikan, tetapi angka ini bervariasi. Ikan putih, seperti ikan cod. Ikan yang kaya asam lemak omega-3 termasuk teri, herring, sarden, salmon, trout, dan mackerel.

Sumber lain dari asam lemak omega-3 adalah telur, terutama yang mengandung “high-omega-3” pada cangkangnya.

Risiko

Mengambil minyak ikan, minyak hati ikan, dan suplemen omega 3 dapat menimbulkan risiko bagi sebagian orang.

Suplemen Omega 3 dapat mempengaruhi pembekuan darah dan mengganggu obat yang menargetkan kondisi pembekuan darah.

Mereka kadang-kadang dapat memicu efek samping, biasanya masalah gastrointestinal ringan seperti bersendawa, gangguan pencernaan, atau diare.

Minyak hati ikan mengandung kadar vitamin A dan D. Terlalu banyak mengandung racun.
Mereka yang memiliki kerang atau alergi ikan mungkin beresiko jika mereka mengonsumsi suplemen minyak ikan.

Mengkonsumsi ikan yang mengandung minyak tingkat tinggi juga meningkatkan kemungkinan keracunan dari polutan di lautan.

Masih belum jelas apakah mengkonsumsi lebih banyak minyak ikan dan omega 3 akan membawa manfaat kesehatan, tetapi dalam diet menawarkan berbagai nutrisi yang menyehatkan.

Siapa pun yang sedang ingin menggunakan suplemen harus terlebih dahulu memeriksa dengan penyedia layanan kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here