Home gejala Gejala dan penanganan infeksi darah pada bayi baru lahir dengan tepat

Gejala dan penanganan infeksi darah pada bayi baru lahir dengan tepat

1315
0
SHARE
Gejala dan penanganan infeksi darah pada bayi baru lahir dengan tepat
Imagae by pixabay.com

Banyak sekali penyebab infeksi darah darah pada bayi yang baru lahir atau disebut juga dengan sepsis neonatorum diantaranya disebabkan karena bakteri dan virus penyakit. Hal lain penyebab infeksi darah pada bayi yang baru lahir yaitu karena jamur, akan tetapi masih sangat jarang terjadi. Infeksi ini sangat berbahaya untuk bayi anda karena dapat menyebabkan bayi cacat bahkan dapat lebih parah lagi menyebabkan kematian.

BEBERAPA GEJALA INFEKSI DARAH PADA BAYI BARU LAHIR

Dilihat dari waktu terjadi infeksinya, infeksi darah pada bayi baru lahir dibagi menjadi dua, yaitu:

1. INFEKSI SETELAH PERSALINAN

Infeksi ini terjadi pada waktu 4 – 90 hari setelah persalinan. Kebanyakan disebabkan bakteri dan virus dari lingkungan, diantaranya seperti bakteri Staphylococcus aureus, bakteri Klebsiella, Pseudomonas, Acinetobacter, bakteri Serratia, bakteri anaerob, dan Jamur Candida.

Bayi akan lebih rawan terkena infeksi pada darah apabila bayi menginap di rumah sakit setelah persalinan pada waktu yang cukup lama, lahir dalam keadaan prematur, dan berat badan tidak normal (berat badan rendah).

2. INFEKSI YANG TERJADI PADA MASA PERSALIMAN

Infeksi ini terjadi pada waktu 24 jam sampai 72 jam setelah persalinan. Infeksi darah pada bayi baru lahir disebabkan bakteri yang berasal dari ibu bayi itinsendir, yaitu bakteri Group B Streptococcus (GBS), blbakteri E.coli, Staphylococcus, H. influenza, dan dan bakteri L. monocytogenes.

Infeksi ini juga dapat disebabkan oleh virus herpes dan dapat terjadi sangat parah. Apabila bayi lahir prematur terjadinya infeksi darah ini menjadi sagat tinggi selain itu, bayi yang lahir dari Ibu yang menderita ketuban pecah lebih dari 18 jam sebelum terjadinya persalinan, plasenta dan air ketuban terinfeksi, dan munculnya bakteri GBS dalam kandungan.

Gejala-gejala yang biasanya muncul  tidak spesifik, sehingga bayi yang mengalami infeksi darah kebanyakan dikira menderita penyakit lain, seperti  gangguan pernapasan ( sindrom distress) bahkan pendarahan otak. Akan tetapi ada gejala-gejala yang dapat diamati dari infeksi ini, sehingga anda dapat membawanya kedokter untuk menangani masalah pada bayi anda, yaitu:

  • Tidak mau minum ASI
  • Mengalami diare
  • Perut bayi membesar (bengkak)
  • Detak jantung tidak stabil
  • Mengalami kejang-kejang
  • Bayi tampak pucat
  • Kesulitan bernapas
  • Gula darah turun
  • Suhu tubuh tidak stabil, kadang rendang kadang tinggi atau demam.
  • Warna bayi berubah kuning
  • Bayi muntah-muntah
  • Bayi tidak sadar

PENANGANAN INFEKSI DARAH PADA BAYI

Apabila bayi anda mengalami infeksi darah (sepsis neonatorum), bayi anda harus segera mendapat penanangan karena sistem imunitas bayi belumlah sempurna. Bqyi anda harus segera mendapatkan perawatan dan evaluasi di rumah sakit. Biasanya bayi anda akan diberikan suntikan antibiotik smabil dilakukan pemeriksaan lebih rinci oleh dokter.

Antibiotik diberikan kira-kira sampai 7 hari sampai 10 hari apabila dokter tidak menemukan perkembangan pada bakteri dan virus ketika dilakukannya pemeriksaan kultur darah dan pemeriksaan cairan pada otak. akan tetapi jika bakteri dan virus ditemukan antibiotik dapat diberikan pada bayi sampai 3 minggu. Dan apabila infekai darah pada bayi disebabkan oleh virus HSV, bayi akan diberikan anti virus acyclovir. Dokter akan memeriksa  tekanan darah pada bayi anda, dan apabila suhu tubuh pada bayi tidak stabil bayo akan dimasukkan dalam inkubator.

Infesi darah pada bayi merupakan sesuatu yang sangat serius yang menjadi penyebab kematian pada bayi. Untuk itu ibu hamil memerlukan pemeriksaan secara rutin ke dokter atau bidan terdekat, dan ketika  melahirkan ibu harus ditangani oleh ahli yang profesional untuk mencegah bila terjadinya infeksi darah pada bayi anda. Semoga dengan mengetahui ini semua dapat bermanfaat dan para ibu lebih waspada.