Home penyakit Mengetahui Penyakit Asma

Mengetahui Penyakit Asma

143
0
SHARE

Bunda, penyakit Asma merupakan salah satu jenis penyakit jangka panjang (kronis), penyakit asma, pada bagian saluran pernapasan mengalami peradangan dan juga mengalami penyempitan pada saluran pernapasan yang mengakibatkan rasa sesak. Bunda, Selain sesak napas, penderita penyakit asma juga mengalami gejala lain seperti rasa nyeri pada bagian dada, batuk, juga mengi. Penyakit Asma dapat diderita semua orang, baik tua maupun muda.
Walau penyebab timbulnya penyakit asma belum diketahui secara pssti dan jelas, tetapi ada banyak hal yang dapat memicu timbulnya penyakit asma, yaitu, asap dari rokok, debu kendaraan, bulu binatang dari binatang, aktivitas yang berlebihan, cuaca dingin, alergi, dan infeksi virus.

Seseorang yang mempunyai penyakit asma sejak kecil, saluran pernapasan yang dimiliki lebih sensitif dibanding orang yang tidak memiliki penyakit asma. Pada saat paru-paru teriritasi oleh pemicu misalnya asap rokok, maka mengakibatkan otot-otot saluran pernapasan akan berubah menjadi kaku sehingga dapat menimbulkan saluran pernapasan menyempit, dan selain itu biasanya menyebabkan peningkatan produksi dahak.

PENDERITA PENYAKIT ASMA

Sebuah laporan riset kesehatan oleh mentrian Kesehatan RI tahun 2013 menyatakan, perkirakan jumlah penderita atau pasien penyakit asma di Indonesia sampai angka yag tinggi mencapai 4.5 % dari jumlah penduduk, seperti Provinsi Sulteng menempati peringkat penderita asma terbanyak sekitar 7.8 %.

Data yang telah dikeluarkan dari pihak WHO sekitar bulan Mei tahun 2014 menyatakan, kematian penduduk akibat dari penyakit asma di Indonesia mencapai nilai yang cukup inggi yaitu 24.773 orang, sekitar 1,77 %. Setelah melakukan penyesuaian dari berbagai umur dan jumlah penduduk, indonesia menempati urutan ke-19 di dunia.

DIAGNOSIS

Bunda supaya dapat mengetahui apakah seorang menderita penyakit asma, dokter biasanya perlu melakukan beberapa tes. Namun sebelum tes tersebut dilakukan, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan pada sipenderita tentang gejala yang dialmi, waktu kemunculan, dan riwayat hidup pasien. Apabila jawaban yang diberikan pasien menuju pada penyakit asma, maka dokter bisa melakukan beberapa tes untuk memperkuat diagnosis untuk sipasien, misalnya:

  • Uji Provokasi Bronkus
  • Pengukuran Status Alergi
  • CT Scan
  • Rontgen
  • Spirometri
  • Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE)

Apa bila seseorang telah terdiagnosis mengidap penyakit asma saat masih kecil, gejalanya biasanya dapat menghilang ketika usianya remaja dan akan muncul kembali saat usianya beranjak tua, tapi ini hanya perkiraan, bahkan ada juga masih anak – anak menderita sakit asma, dan pada usia remaja asma tersebut masih ada.

Namun gejala penyakit asma yang tergolong menengah bahkan berat pada saat kanak-kanak, akan cenderung tetap ada bahkan bisa dapat muncul kembali seperti pejelasan diatas. Dan perlu diingat penyakit asma dapat menyerang siapapun baik anak – anak atau remaja sampai tua.

PENGOBATAN

Bunda Ada dua pengobatan penyakit asma yang bisanya dilakukan seperi meredakan gejala asma dan mencegah asma. Agar pengobatan berjalan lancar, perlu dilakuka, rencana pengobatan terlebih dahulu dari dokter, kemudian akan disesuaikan dengan kondisi sipenderita. Bunda Rencana pengobatan dari dokter meliputi, mengenali dan menangani gejala yang memburuk, serta obat-obatan yang akan digunakan untuk mengobati pasien.

Bunda sangat Penting untuk pasien mengenali beberapa hal yang memicu timbulnya penyakit asma, supaya mereka bisa menghindari sesuatu yang mengakibatkan munculnya penyakit asma. Biasanya obat ysng diunakan dokter bila asma kambuh yaitu inhaler pereda sebagai pereda asma.

PENTING

Apabila terjadi serangan asma kepada sipenderita dengan gejala yang semakin memburuk walau sudah diberi obat inhaler dan obat sejenisnya, segeralah penderita dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan, karena penyakit asma bisa menjadi sangat berbahaya.

KOMPLIKASI ASMA

Bunda bagi seseorang yang menderita penyakit ini ada beberala dampak akibat dari penyakit asma, yaitu :

  • Gangguan pertumbuhan anak-anak.
  • Status asmatikus (asma parah yang tidak respon dengan terapi normal).
  • Psikologis (cemas, stres, atau depresi) meski jarang terjadi.
  • Terjadi penurunan performa di sekolah bajkan di pekerjaan.
  • Tubuh gampang lelah.
  • Pneumonia.
  • Gagal pernapasan.
  • Kerusakan pada paru-paru.
  • Kematian.

PENGENDALIAN

Apabila keluarga bunnda ada yang kebetulan mengidap penyakit asma atau juga sudah lama mengidap asma, bunda janga, hawatir, sebenarnya penyskit ini dapat di kontrol, apabila bunda baca tips ini :

  • Mengenali serangan penyakit asma, dan segera melakukan pengobatan dengan tepat.
  • Menggunakan obat asma yang diresepkan dokter.
  • Memonitor kondisi saluran napas Anda.
  • Mengenali dan menghindari pemicu penyakit asma.
  • Ikutilah rencana penanganan asma yang dibuat dokter.

Jika obat inhaler pereda tidak bisa mengatasi, segera mungkin konsultasi kepada dokter terdekat agar segera mendapat penanganan . Selain itu, biasanya harus melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia untuk mencegah memburuknya penyakit ini.