mata hipermetropi

Waspada penyakit mata hipermetropi

Bunda, mungkin pasti sudah tidak asing dengan penyakit hipermetropi, tapi sebelum membahas apa itu penyakit hipermetropi, alangkah lebih baik bunda mengetahui lebih dahulu bagaimana cara kerja mata. Perlu diketahui bunda, mata mempunyai dua bagian yang terdiri dari kornea dan lensa yang memiliki fungsi untuk memfokuskan semua cahaya yang masuk ke dalam mata.

Untuk penjelasan lebih jelasnya, kornea dan lensa, simak berikut :

KORNEA

Apa itu kornea, kornea permukaan pada mata yang memiliki warna jernih yang berada pada bagian paling depan.

LENSA

lensa iyalah struktur yang berada pada bagian dalam mata yang dapat berubah bentuknya, dari cembung ke cekung bahkan berubah kebentuk sebaliknya, yang bertujuan untuk memfokuskan penglihatan yang jauh dan juga penglihatan dekat.

Dua bagian tersebut yaitu kornea dan lensa akan bekerja sama yaitu untuk membiaskan dan untuk membelokkan cahaya yang ditangkap oleh mata, cahaya yang ditangkap kemudian akan difokuskan ke permukaan retina yang tempatnya berada pada bagian belakang bola mata.

Retina kemudian akan bekerja untuk mendapatkan informasi secara visual, kemudian mengirim informasi tersebut ke bagian saraf optik. Saraf optik merupakan bagian terakhir yang bertugas mengirim informasi ke otak supaya bisa melihat.

PENJELASAN HIPERMETROPI

Apa itu hipermetropi , yaitu suatu penyakit rabun dekat, dimana kemampuan mata seseorang yang hanya dapat melihat suatu objek pada jarak jauh, dan apabila melihat objek yang dekat tampak rabun atau tidak jelas atau silau, rabun dekat biasa juga disebut sebagai mata plus (hyperopia).

Bagi mata seseorang yang normal, elastisitas suatu lensa, panjang bola mata dan juga lengkungan kornea memiliki kombinasi yang bisa dibilang sempurna. Dengan memiliki keseimbangan yang sempurna, cahaya yang masuk dapat difokuskan pada retina mata dengan tepat. Berbeda apabila kornea tersebut tampak datar, lensa yang sudah tidak lagi elastis dan juga bola mata yang mulai memanjang.

Pada kondisi tersebut, mata seseorang tidak dapat memiliki kombinasi mata yang sempurna, yang berakibat cahaya yang masuk tidak dapat difokuskan, sehinggap penglihatan menjadi rabun. Bagi orang penderita Hipermetropi, cahaya yang telah masuk kemudia difokuskan pada bagian belakang retina. Kejadian ini bisa disebabkan karena bola mata yang terlalu pendek atau lensa mata yang tidak elastic, dan juga kornea mata yang terlalu datar.

Bagi penderita penyakit rabun dekat bisa dikatakan parah apabila sipenderita hanya mampu melihat objek yang jauh dengan jelas, akan tetapi sangat sulit melihat benda yang dekat.

Untuk menangani atau mengatasi masalah penyakit Hipermetropi yaitu perlu diketahui terlebih dahulu gejala dan penyebabnya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hipermetropi dikarenakan kornea mata yang datar, kejadian ini merupakan sebab yang paling sering muncul di beberapa kasus hipermetropi atau Rabun dekat, dan juga bisa muncul apabila jika anda mempunyai bola mata yang lebih pendek dibandingkan mata orang normal.

Dalam beberapa kasus. Rabun dekat juga disebabkan karena adanya faktor keturunan, bahkan, beberapa orang ada juga yang bingu dalam membedakan antara penyakit presbiopi dan hipermetropi karena keduanya merupakan penyakit rabun dekat.

PENJELASAN HIPERMETROPIA DAN PRESBIOPI

Hpermetropia, yang disebkan karena faktor keturunan biasanya kelainan atau gejala akan muncul saat sejak lahir dan akan mulai berangsur membaik pada saat anak tumbuh dewasa, ini dikarenakan bola mata yang tumbuh memanjang.

Sedangkan presbiopi, gejalanya muncul karena proses tambahnya usia atau penuaan.

GEJALA HIPERMETROPI

  • Penglihatan jadi kabur saat melihat objek dekat
  • Penderita harus menyipitkan mata supaya bisa melihat objek dengan lebih jelas
  • Sakit kepala setelah membaca terutama jika harus membaca dengan dekat
  • Rasa sakit atau seperti terbakar di sekitar mata
  • Kelelahan
  • Ketegangan

Bunda juga harus waspada, anak-anak juga dapat gampang terkena rabun dekat (hipermetropi), sehingga sangat memberikan masalah pada aktivitas anak, jadi bunda harus mengawasi apa yang dilakukan anak bunda.

PENGOBATAN HIPERMETROPI

Pengobatan yang biasanya dilakukan dengan cara bedah refraktif. Biasanya ini dipilih sebagai cara untuk mengobati mata plus. Prosesnya dilakukan menggunakan laser assisted in-situ keratomileusis (LASIK). Laser ini umumnya yang paling sering dipergnunakan untuk penyakit rabun jauh, akan tetapi juga bisa untuk mengobati rabun dekat.

PENCEGAHAN

– Istirahatkan mata jika terasa sudah lelah ketika saat membaca atau nonton televisi.
– gunakan penerangan yang cukup saat belajar atau dalam pekerjaan.
– Perbanyak konsumsi makan yang mengandung vitamin A.
– Kurangi main game.

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *